Selasa, 25 Agustus 2009

RINDU SEORANG KEKASIH

Dikala aku terjaga dari tidur panjang ku
Tidur yang selama ini mengandung sribu makna perubahan
Prubahan yang membisikan arti cinta suci dalam hidup ku
Cinta yang memberikan kedamaian dan ketentraman dalam hati

Kasih, stiap hembusan nafas dan denyut nadi ku
Stiap dtik dan mnit waktu, ku slalu menyebut nama mu
Untuk menghadirkan diri mu dalam hidup ku

Kasih, setiap ucapan dan langkah kaki ku ke jalan mu
Jadikanlah diri ku salah satu dari golongan mu
Shingga hidupku di dunia ini tidak sia-sia

Kasih, ku merindukan bertemu dengan mu
Meskipun hanya sdetik saja dalam seumur hidup ku
Safa'at mu slalu ku nantikan di hari nanti
Allahu Akbar 3 x...............

Selasa, 28 April 2009

??????????????????????

Tak tik suara jam dinding, yang menghibur hningnya malam
Saat aku duduk termenung
Dengan posisi aku dalam keadaan bingung
Memikirkan nasib akan bangsa ku ini
Kenapa bencana datang silih berganti?

Ketika aku terjaga dari lamunan ku
Lalu aku berdiri di dekat pepohonan dan aku pn bertanya kepada mereka
Pohon, kenapa banjir dan tanah longsor slalu menutupi bumi pertiwi ini?
Sipohon pun menangis dan belum menjawab
Kemudian aku berlari mendekati gunung dan aku pun bertanya kepadanya
Oh gunung, kenapa engkau dengan sringnya meletus dan memuntahkan larva mu?
Si gunung pun terdiam dan belum menjawab.

Aku pun berfiki dan berdiam diri sejenak
Kemudian aku mengadukan kegundahan hati ini kepada Sang Maha Pencipta
Tuhan, mengapa berbagai bencana datang silih berganti di Bumi Pertiwi?
Apakah ini sumua dikarenakan kelalaian kami?

Mungkinkah ini teguran atau pringatan MU akan kedurhakaan kami kepada Mu?
Yang tlah brani mengganti hukum-hukum MU yang ada di Bumi
Dengan sombongnya kami menciptakan hukum sendiri
Dan hukum-hukum MU kami kesampingkan

Senin, 19 Januari 2009

MANUSIA YANG BERPOTENSI

MANUSIA YANG BERPOTENSI

Manusia bukanlah seekor ikan yang bernapas dengan insang, akan tetapi manusia bisa menyalam lebih dalam dari pada ikan.
Manusia bukanlah seekor burung yang bisa terbang kesana kemari, akan tetapi manusia bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi dari pada seekor burung.
Manusia bukanlah benda langit (planet), akan tetapi manusia bisa tinggal dan hidup di luar angkasa.
Manusia tidak memiliki seribu mata, akan tetapi manusia dapat melihat seluruh permukaan bumi dengan hitungan detik.
Manusia tidak memiliki seribu kaki, akan tetapi manusia bisa sampai di suatu tempat lebih cepat dari seekor kuda liar.
Manusia tidaklah seperti Allah SWT yang maha pencipta, akan tetapi manusia bisa menciptakan segala sesuatu diluar kemampuan makhluk yang lainnya.
Manusia bukanlah seekor anjing pelacak, akan tetapi manusia bisa lebih cepat untuk mengetahui sesuatu.
Manusia bukanlah seekor kancil, akan tetapi manusia bisa lebih lincah dan lebih cerdik dari seekor kancil.
Manusia bukanlah seekor murai batu yang memiliki kicauan yang sangat merdu, akan tetapi manusia bisa memiliki suara yang lebih merdu dari pada seekor murai batu.
Semua itu karena perkembangan pola fikir dan kemajuan tekhnologi yang telah dianugrahkan oleh Allah SWT kepada makhluknya. Semua itu hanya bisa kita wujudkan melalui ilmu pengetahuan, keterampilan dan dan sikap yang positif. Teman-teman, kita adalah mahkluk yang hebat, kita adalah makhluk yang unggul. Kita bisa melakukan itu semua. Sekaranglah saatnya kita bangkit dan merubah hidup, jangan biarkan diri kita terlena atas tipu daya orang-orang yang tidak menginginkan kita untuk bangkit. Buanglah kebiasaan buruk kita yang selalu berkata “saya tidak bisa”. Yakinlah teman-teman kalau kita bisa, katakanlah kepada dunia bahwa “saya bisa”.

Minggu, 18 Januari 2009

BUNGA

BUNGA

Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang atau daun) yang bentuk, warna, dan susunan disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembunhan yang pada akhirnya menghasilkan alat-alat perkembangbiakan.
Masalah hemologi dan evolusi morfologi bunga telah diteliti dalam waktu yang lama. Peneliti seperti, Wolff dan Egete di abad 18 di candle pada awal abad 19 dan penelitian lain menyatakan bahwa organ bunga merupakan turunan langsung dari helaian daun. Namun, pendapat yang diterima sampai sekarang adalah daun dan batangmerupakan suatu unit tunggal yang disebut Shoot. Perkembangan bunga bunga parallel dengan cabang vegetativ, jadi tidak sebagai turunannya.
Bunga terdiri atas aksis (sumbu), pada sumbu inil adalah muncul organ bunga bagian sumbu yang mempunyai ruas (Internodus) terdapat tangkai bunga disebut pedisel. Ujung distal dari pedi sel membengkak dan meluas disebut Rectekulum atau Thalamus. Organ bunga menempel pada reseptakulum. Bunga mempunnyai 4 macam organ. Organ paling luas adalah Sepala, yang secara bersama menyusun kaliks (klopak bunga) yang biasanya bewarna hijau, dan ditemukan paling bawah, dapat di atas reseptakulum. Di sebelah dalam sepala adalah korola (mahkota bunga), yang terdiri atas petala yang biasanya bewarna. Kedua tipe organ bersama-sama membentuk periantium (perhiasan bunga). Apabila semua organ periantium sama, disebut tepala. Di dalam periantium terdapat dua macam organ reproduksi. Organ disebelah luar disebut stemen (benang sari) yang bersama-sama membentuk androesium, dan organ di sebelah dalam disebut karpela (daun buah) yang membentuk genoesium. Stemen atau benang sari terdiri atas dua ruangan (lobus) yang menempel dan bersambungan dengan lanjutan pilamen yang disebut konetivum. Setiap lobus berisi serbuk sari.
Geroesium tersusun dari karpela bebas (apokarpus) atau sinkarpus, yang biasanya terdiri atas tiga bagian:
1.Ovarium (bakal huah).
2.Stilus (tangkai putik).
3.Stigana (kepala putik).

Apabila karpela ditemukan pada tempat yang lebih dari pada sumbu bunga, bunga disebut bunga hipogin, dan ovariumnya disebut superior. Apabila perizantiumdan steman terdapat pada tepi perluasan diskus kearah latoral, terdapat diatas ovarium, disebut bunga perigin dan ovariumnya disebut intermideate. Diskus yang cengkung dapat menutup ovarium seluruh sehingga ovarium terletak dibawah organ bunga lain. Bunga yang demikian disebut bunga epigin dan ovariumnya interior. Pada beberapa tumbuhan, misalnya Cappafis, hanya bagian reseptakulum yang membawa karpela memanjang, Struktur ini disebut ginofor. Pemanjangan bagian reseptakulum yang membawa karpala dan stamen disebut Androginofor.
Pada suatu tumbuhan dakalanya hanya terdapat sari bunga saja tetapi pada umumnya pada suatu tumbuhan dapat ditemukan banyak bunga. Tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga dinamakan tumbuhan berbunga tunggal sedang lainya tumbuhan berbunga banyak.
Menurut tempatnya pada tumbuhan, dapat kita bedakan menjadi beberapa macam diantaranya:
1)Bunga pada ujung batang (Frus terninalis)
2)Bunga pada ketiak daun (Hos lateralis atau Hos axellans)
Menurut besar jumlahnya, bunga terbagi menjadi:
1)Terpencar atau terpisah-pisah (Flores sparsi)
2)Berkumpul membentuk suatu tangkaian dengan susunan beranekaragam.
Pada kebanyakan bunga, semua bagian bunga pada setiap lingkaranya sama dalam ukuran dan membentuk sehingga bunga dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama dalam satu bidang membujur atau lebih (disebut Aktitomorf atau Simetri radial). Ada juga spesies yang hanya dapat dibagi dalam dua bagian yang sama melalui satu bidang membujur disebut Zigomot atau simetri bilateral tetapi ada juga spesies yang tidak dapat dibuat menjadi dua bagian yang sama dengan jalan apapun juga, disebut Osimetris.
Susunan bunga dapat dinyatakan dengan sebuah rumus yang terdiri atas lambing-lambang, dan angka-angka yang memberikan gambaran mengenai berbagai sipat bunga besrta bagian-bagianya.


MACAM-MACAM BUNGA
Bunga dapat dikelompokkan seperti berikut:
a)Menurut jumlah bunga dalam satu tangkai dibagi menjadi dua yaitu:
1)Bunga tunggal, yaitu bunga yang terdapat dalam satu tangkai yang hanya ada satu, misalnya pada tanaman coklat.
2)Bunga majmuk, yaitu bunga yang terdapat dalam satu tangkai lebih dari satu, biasanya bunga seperti ini banyak terdapat pada tangkai tanaman budidaya, misalnya: mangga.
b)Macan-macam bunga menurut jenis kelamin:
1)Bunga betina, yaitu bunaga yang hanya memiliki alat kelamin betina saja yang disebut dengan Teutik. Biasanya bunga terdapat pada tanaman semangka, mentimun.
2)Bunga jantan, yaitu bunga yang hanya memiliki alat kelamin jantan benang sari. Contohnya pada tanaman papaya.
3)Bunga sempurna (Hermaprodid) yaitu bunga yang memiliki dua alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga. Bunga seperti ini biasanya terdapat pada bunga mawar.
4)Bunga mandul (tidak berkelamin) yaitu bunga yang tidak memiliki benang sari atau putik. Contohnya pada bagian tepi bunga matahari.
Susunan bunga dapat dinyatakan dengan sebuah rumus yang terdiri atas lambing-lambang, dan angka-angka yang memberikan gambaran mengenai berbagai sipat bunga besrta bagian-bagianya.
Rumus bunga hanya dapat ditunjukan hal-hal mengenai empat bagian pokok bunga yaitu sebagai berikut:
1)Klopak, yang dinyatakan dengan hurup K singkatan dari kabakaliks.
2)Tapuk atau mahkota yang dinyatakan dengan hurup C yang merupakan singkatan dari Cofola.
3)Benang sari yang dinyatakan dengan hurup A, singkatan dari kata Andredecium.
4)Putik yang dinyatakan dengan hurup B yang merupakan singkatan kata Binalcium.
Jika klopak dan mahkota sama, baik bentuk dan warnanya maka digunakan hurup lain yaitu P yang merupakan singkatan dari kata Perrgonium (tenda bunga). Dibelakang hurup tadi lalu ditambahkan angkka-angka yang menunjukan jumlah masing-masing bagian tadi, dan di antara dua bagian buanga yang di gambarkan dengan hurup dan angka biasanya dibawah koma.

DAFTAR PUSTAKA
Mulyani, Sri E.S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius

Jumat, 16 Januari 2009

PENETAPAN POTENSIAL AIR

PENETAPAN POTENSIAL AIR JARINGAN TUMBUHAN
Sebagaimana yang kita ketahui, potensial air merupakan alat diagnostik yang memungkinkan ahli tumbuhan dapat menentukan keadaan secara tepat status air dalam sel atau jaringan tumbuhan. Semakin rendah atau sedikit potensial air yang terdapat di dalam suatu sel atau jaringan tumbuhan akan semakin besar kemampuannya untuk mengabsorbsi air, dan sebaliknya. Dengan demikian potensial air digunakan untuk mengukur devisit air dan tegangan air yang terdapat dalam sel dan jaringan.
Potensial air daun mempengaruhi transpirasi terutama melalui pengaruhnya terhadap membukanya stomata, tetapi juga mempengaruhi kadar uap air dalam ruang udara daun. Pengurangan potensial air sedikit tidak akan mempengaruhi transpirasi secara nyata, terutama apabila kadar uap air udara tinggi. Menurut (Goldworty, 1992)
Dalam bukunya fisiologi tumbuhan, untuk menunjukkan energi bebas yang dikandung air dalam bentuk potensial air. Turunan potensial air dari prinsip-prinsip termodinamika, pendapat lain dapat dijumpai dalam Slatyer pada tahun 1976 dan Meider dan Sherif tahun 1976, akan tetapi untuk sekarang ini cukup untuk mendefinisikan potensial air merupakan energi bebas per unit volume air, dengan menganggap bahwa potensial air murni adalah nol pada kondisi standar yaitu dengan menggunakan suhu udara dan tekanan atmosfer. (Fitter, 1991)
Tanaman hidrostatik dapat menghasilkan nilai potensial air nol atau bahkan positif. Nilai-nilai potensial air terutama potensial air xylem dalam tanaman bergetah akan positif. (Craft, 1968)
Pada umumnya, potensial air dalam jaringan tumbuhan mempunyai nilai yang lebih kecil dari 0 bar, sehingga demikian mempunyai nilai yang negatif.
Dari seluruh senyawa yang diperlukan bagi pertumbuhan tumbuhan, air merupakan senyawa yang dibutuhkan dalam jumlah terbesar. Air terdapat diseluruh bagian tubuhnya, wulau dari air tanah mulai dari air tanah disekitar akar sampai batas permukaan air, uap air di dalam daun. Permukaan penguapan sel mesofil daun merupakan batas diskontinuitas antara air dalam tubuh tumbuhan dengan uap air di dalam atmosfer. Dibangdingkan dengan faktor lingkungan lainnya iar merupkan faktor yang paling berpengaruh terhadap laju pertumbuhan.

Labih dari 80 persen berat basah sel dan jaringan tumbuhan terdiri dari air. Kadar airsela meristematik dapat menungkat sampai 90 persen atau lebih, sedangkan pada biji atau kuncup yang dorman kadar airenyadapat menurun sampai kurang dari 10 persen. Sekalipun di dalam tumbuhan yang sedang tumbuh aktif, kekurangan air dapat menjadi faktor pembatas bagi perkembangannya, tetapi keadaan kekeringan masih memiliki dampak fosotif bagi hidup dan ketahanan hidup suatu organisme. Bersama dengan menurunnya aktifitas sel, kepekaannya terhadap faktor-faktor fisik dan kimia dari lingkungannya juga berkurang. Oleh karena itu, walaupun biji kering tidak akan berkecambah, maka juga tidaka akan mati oleh suhu tinggi atau suhu rendah yang dapat menjadi letal bagi tumbuhan vegetatif. Pada kenyataannya adaptasi tumbuhan pada keadaan kering maupun suhu rendah sering melibatkan devisit air.
Penentuan potensial air sudah sejak lama dikenal oleh V.S Shardakov yang berasal dari Rusia. Prinsipnya terletak pada pertumbuhan densitas dari larutan yang diketahui tingkat kepekatannya. Larutan yang sering digunakan dalam mengestiminasi potensial air adalah larutan sukrosa (C12H22O¬11), sampel yang dimasukkan kedalam seri larutan akan kehilangan atau menyerap air secara osmosis. Jika densitas larutan tidak berubah, berarti potensial air sampel yang diuji sama dengan larutan tersebut. Penggunaan zat warna seperti methyl blu atau methyl orange yang dimaksudkan untuk memudahkan pengamatan terhadap geakan larutan yang diuji bila dimasukkan ke dalam larutan kontrol.


DAFTAR PUSTAKA
WWW.GOOGLE.COM, Potensial Air Tumbuhan

PENYIMPANAN GULA PATI DALAM DAUN

PENYIMPANAN GULA PATI DALAM DAUN
Proses fotosintesis secara umum dapat digambarkan dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
6 CO2 + 6 H2O + 673 kkal → 6 C6 H12 O6 + 6 O2
Persamaan ini menyatakan bahwa 6 molekul karbon dioksida bergabung dengan 6 molekul air, membentuk satu molekul glukosa dan 6 molekul oksigen. Glukosa lazimnya dianggap sebagai produk utama fotosintesis, meskipun senyawa organik lainnya juga dihasilkan. Karbon dioksida yang digunakan dalam proses ini berasal dari udara, sedangkan air dari tanah dan energi dari sinar matahari.
Sebagai hasil penyelidikan-penyelidikan modern, maka fotosintesis dapat dibagi ke dalam dua kelompok reksi, pertama yaitu reaksi cahaya, yiatu reaksi-reaksi yang memerlukan cahaya. Pada kelompok ini, cahaya matahari digunakan untuk memecahkan (menguraikan) molekul-molekul air menjadi oksigen (gas) dan hidrogen. Gas oksigen selanjutnya dilepaskan ke udara, sedangkan hidrogen ditangkap oleh molekul-molekul penerima hidrogen, yaitu nokotin adenine dinukliotide fosfat (NADP). Reaksi peruaraian air ini disebut reaksi fotosintesis air atau sering pula disebut reaksi Hill, karena rekasi ini ditemukan pertama kali oleh Hill.
2 H2O + 4 NADP Cahaya 4 NADPH + O2
gas oksigen
Dari percobaan-percobaan dengan molekul air yang mengandung oksigen radioaktif (H2O*) diperoleh bukti bahwa seluruh gas oksigen yang terbentuk berasal dari molekul air, dan bahwa dalam proses fotosintesis terbentuk molekul-molekul air yang baru. Karena itu, reaksi pertama ini perlu diubah untuk menunjukkan bahwa gas oksigen yang dilepaskan dalam fotosintesis berasal dari molekul air dan bukan dari molekul karbon dioksida.
6 CO2 + 12 H2O* + energi cahaya → C6 H12 O6 + 6 H2O + 6 O2*
Reaksi peruraian air menyebabkan peningkatan suplai hidrogen yang mudah digunakan (NADPH) untuk reaksi-reaksi kimiawi pada tahap selanjutnya. Kedua reaksi gelap, yaitu reaksi-reaksi yang tidak memerlukan cahaya.
Kegiatan mengubah karbon dioksida dan air menjadi gula memerlukan energi. Energi tidaklah diciptakan dan tidak pula dilenyapkan tetapi hanya diubah dari suatu bentuk menjadi bentuk lain. Beberapa diantara bentuk-bentuk energi ini bersifat mekanik, elektrik, termal, radiasi dan kimiawi. Pada fotosintesis, energi radiasi diubah menjadi energi kimiawi yang tersimpan dalam molekul-molekul glukosa. Energi kimiawi dalam gula kemudian dilepaskan untuk menyelenggarakan kegiatan tumbuhan ataupun binatang yang memakan tumbuhan tersebut.
Kini fotosintesis dapat digambarkan secara keseluruhan, mulai dari bahan baku sampai produksi akhir. Pada tumbuhan darat, air dari tanah masuk melalui sel-sel pengangkut dalam akar, batang, dan daun maka akhirnya mencapai sel-sel yang mengandung klorofil. Karbon dioksida berasal dari atmosfer yang kadarnya sektar 0,03 persen volume atau 3 bagian dalam setiap 10.000 bagian udara. Kendati tempatnya kecil, namun seluruh atmesfer mengandung lebih dari 2000 milyar ton karbon dioksida- sekitar 47 ton di atas setiap hektar permukaan bumi. Karbon dioksida masuk ke dalam daun terutama melalui stomata, karena pada saat fotosintesis berlangsung, konsentrasi gas ini di dalam daun lebih rendah dari pada dalam udara. Di dalam daun karbon dioksida berdifusi melalui ruang antar sel sampai mencapai dindinh sel yang lembab yang mmenjadi batas ruang tadi.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FOTOSINTESIS
A. Faktor Genetik
1. Perbedaan antara spesies
Laju fotosintesis maksimum untuk pohon dan semak evergreen yang tumbuh di daerah tropis, subtropis atau mediteranean, dan untuk pohon dan semak deciduous yang tumbuh di daerah beriklim sedang. Pohon dan semak tersebut menunjukkan laju fotosintesis maksimum yang lebih rendah. Semak tersebut menunjukkan laju fotosintesis maksimum yang lebih rendah.
2. Pengaruh umur daun
kemampuan daun untuk berfotositesis meningkat pada awal perkembangan daun, tetapi kemudian mulai turun. Daun yang mulai mengalami senescene akan berwana kuning dan hilang kemampuannya untuk berfotosintesis, karena perombakan klorofil dan hilangnya fungsi kloroflas.



3. Pengaruh laju translokasi fotositat
Dalam bentuk sukrosa dari daun organ- organ penampung yang berfungsi sebagai limbung. Tumbuhan dengan laju fotosintesis yang tinggi juga menunjukkan laju translokasi fotosintat yang tinggi pula.
B. Faktor Lingkungan
1. ketersediaan air
Tumbuhan tingkat tinggi, agaknya laju fotositesis paling dibatasi oleh ketersediaan air. Kekurangan air dapat menghambat fotosintesis, terutama karena pengaruh terhadap turgiditas sel penjaga stomata, jika kekurangan air maka turgiditas sel penjaga akan menurun.
2. Ketersediaan CO2
CO2 merupakan bahan baku sintesis karbohidrat. Kekurangan CO2 tentu akan menyebabkan penurunan laju fotositesis. Peningkatan konsentrasi CO2 secara alami maupun buatan secara konsisten mamacu laju fotosintesis, kecuali jika stomata menutup.
3. Pengaruh cahaya
Cahaya sebagai sumber energi untuk reaksi anabolitik fotosintesis jelas akan berpengaruh terhadap laju fotosintesis tersebut. Penutupan cahaya matahari oleh awan akan mengurangi laju fotosintesis.
4. Pengaruh Suhu
Kisaran suhu dimana tumbuhan dapat melangsungkan fotosintesis cukup besar. Pengaruh suhu terhadap fotosintesis tergantung pada spesies dan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya.

A. Karbohidrat
Diantara berbagai karbohidrat yang penting yang dapat dibentuk oleh tumbuhan dari glukosa ialah selulosa, sukrosa dan pati. Karbohidrat-karbohidrat lainnya merupakan bentuk-bentuk karbohidrat simpanan. Pada sejumlah tumbuhan, seperti bit gula, tebu, dan bawang, karbohidratnya tersimpan dalam bentuk sucrose, tetapi pada kebanyakan spesies, pati merupakan produk simpanan utama.
Kelebihan glokosa dapat diubah menjadi pati yang tampak sebagai produk simpanan sementara dalam kloroplas di dalam mesofil. Pati ini kemudian diubah menjadi gula yang larut dan dipindahkan dari daun. Pada umumnya berat daun berkurang pada malam hari karena hilangnya pati ini.
Karena cepatnya perubahan gula menjadi pati pada banyak tumbuhan, suatu pengujian yang menunjukkan adanya pati dalam daun dianggap memberi kesan bahwa fotosintesis sedang berlangsung. Akumulasi pati dalam daun sebagai cadangan sementara mudah didemonstrasikan. Jika klorofil dihilangkan dari daun penghasil pati yang telah disimpan dalam gelap selama beberapa jam dan daunnya kemudian diwarnai dengan yodium, maka hanya warna cokelat yodiumlah yang akan tampak. Akan tetapi, jika yang telah disinari selama sehari diperlakukan dengan cara yang sama, maka pada daun itu akan tampak warna biru atau hitam yang menunjukkan adanya pati. Pati ini kadang-kadang disebut “produk fotosintesis pertama yang terlihat”, tetapi konsepsi ini menyesatkan, karena pembentukan pati reaksinya sama sekali berbeda dengan reaksi pembentukan glukosa. Pati dapat dibentuk dari glokosa dalam jaringan-jaringan penyimpanan yang tidak terkena cahaya.

DAUN
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman).

Pada umumnya, daun struktur daun dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Epidermis
Epidermis tersusun dari satu lapisan sel yang biasanya tidak mengandung kloroplas. Epidermis menutup secara kontinu kedua permukaan daun dan karena itu dibedakan menjadi epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis tertutup oleh kutikula, lapisan atau film seperti pernis, yang menghambat perpindahan air dan gas dari daun ke dalam daun.

2. Mesofil
Pada beberapa tumbuhan, seperti misalnya jagung dan jenis rumput lainnya, banyak tumbuhan air, dan konifer, mesofilnya tidak atau sedikit berdifferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan bunga karang. Istilah klorenkima dipergunakan untuk istilah sel-sel hijau seperti itu, baik yang terdapat dalam daun maupun dalam bagian lainnya.
Secara morfologi dan anatomi, daun merupakan organ tumbuhan yang paling beragam. Karena itu, tipe daun dapat dibedakan menjadi beberapa, yaitu sebagai berikut:
1. Helai Daun (foliage leaves)
foliage leaves pada prinsipnya merupakan organ fotosintesis
2. Katafil
Katafil adalah sisik yang tampak pada kuncup dan batang di bawah tanah, yang fungsinya untuk pelindung atau penyimpan bahan cadangan.
3. Hipsofil
Hipsofil adalah berbagai tipe braktea yang mengiringi bunga dan berfungsi sebagai pelindung.
4. Kotiledon
Kotiledon adalah daun pertama dari tumbuhan

Fungsi Daun
a) Tempat terjadinya fotosintesis.
b) Sebagai organ pernapasan.
c) Tempat terjadinya transpirasi.
d) Tempat terjadinya gutasi.
e) Alat perkembangbiakkan vegetatif.






DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosomo SS. Botani Umum 2 (Bandung: Angkasa, 1990).
WWW.GOOGLE.COM Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fotosintesis

CURVE SIGMOID

CURVA SIGMOID
Peristiwa perubahan biologis pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa dan tinggi) disebut dengan pertumbuhan. Pertumbuhan bersifat irrevessibel atau tidak dapat balik. Pertumbuhan dapat terjadi karena adanya jaringan meristematis. Pertumbuhan tanaman dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Pengukuran perubahan panjang atau tinggi batang dapat dilakukan dengan alat ukur misalnya penggaris, jangka sorong atau dengan aoksanometer.
Pertumbuhan tanaman dapat dikelompokan menjadi empat fase, yaitu sebagai berkut:
1. Fase awal (pertumbuhan secara lamban)
2. Fase log (Pertumbuhan mencapai maksimum)
3. Fase perlambatan (pertumbuhan menjadi lambat), dan
4. Fase stasioner (pertumbuhan terhenti)

1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor interseluler (gen), faktor interseluler (hormon), dan faktor luar (misalnya lingkungan).
A. Hormon
Tumbuhan menghasilkan beberapa jenis hormon, diantaranya auksin, giberelin, gas etilen, sitokinin dan asam absitat.
1. Auksin
Hormon ini ditemukan pada titik tumbuh batang (koleoptil) dan akar (kolioriza). Aktivitas auksin akan terhambat oleh sinar yang berlebihan. Hormon auksin berfungsi sebagai berikut:
 Pembentangan sel
 Pembelahan sel
 Merangsang pembentukan buah dan bunga



2. Giberelin
Giberelin terdapat pada bagian batang dan bunga. Fungsi hormon ini adalah sebagai berikut:
 Menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya
 Menyebabkan tanaman tumbuh tinggi
 Memacu aktivitas kambium
 Menghasilkan buah yang tidak berbiji
 Membantu perkecambahan biji
3. Gas etilen
Fungsi utama gas etilen ini adalah sebagai berikut:
 Mempercepat pemasakan buah
 Pengguguran bunga
4. Sitokinin
Sitokinin merupakan hormon tumbuh yang terdapat pada tumbuhan. Fungsi hormon ini adalah sebagai berikut:
 Merangsang pertumbuhan akar sehingga lebih capat memanjang
 Mempercepat pelebaran daun
 Merangsang pertumbuhan tanaman ke arah samping dan pucuk tanaman
 Merangsang aktivitas pembelahan sel
 Membantu perkecambahan biji
5. Asam absisat
Fungsi asam asisat ini adalah sebbagai berikut:
 Mengurangi kecepatan pembelahan
 Mengurangi pemanjangan sel
 Membantu pengguguran bunga
 Proses dormansi



B. Lingkungan (faktor eksternal)
Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat besar. Faktor-faktor lingkungan tersebut meliputi suhu udara, cahaya, kelembaban udara serta ketersediaan air tanah dan mineral.

2. JARINGAN MERISTEM
Pada tahap perkembangan embrio, semua sel mengalami pembelahan. Pertumbuhan dan perkembangan sel lebih lanjut menunjukkan adanya diferensiasi menjadi bagian khusus tumbuhan dan juga masih ada bagian sel yang tetap bersifat embrio (embrional), yaitu mampu mengadakan pembelahan terus-menerus. Jaringan yang bersifat embrio dalam tubuh tumbuhan dewasa ini disebut meristem.
Menurut tempatnya, meristem dalam tubuh tumbuhan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Meristem pucuk, yang terdapat pada bagian pucuk akar dan batang.
2. Meristem interkalar, yang tedapat di antara jaringan dewasa, misalnya pada buku Gramineae.
3. Meristem lateral, yang letaknya sejajar dengan permukaan organ, misalnya kambium dan felogen.

Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Meristem primer, yaitu sel yang berkembang secara langsung dari sel bersifat embrio dan tetap bersifat embrio.
2. Meristem sekunder, yaitu jaringan yang berkembang dari jaringan dewasa yang masih tetap dapat berdiferensiasi.

Pola pertumbuhan tanaman dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
1. Determinate
Determinate adalah bagian organ tanaman yang terus mengalami batas tertinggi dan berhenti. Contohnya pada pertumbuhan daun.



2. Interminate
Interminate adalah Pertumbuhan tanaman terus berlangsung dan tidak terbatas waktu. Contohnya pada pertambahan diameter batang, diameter akar, dan panjang akar).
Pola pertumbuhan tanaman berdasrkan umur dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu sebagi berikut:
1. Monokarpik, adalah tumbuhan yang berbunga hanya sekali dan kemudian tumbuhan tersebut mati. Contohnya pada tanaman sayur-sayuran dan tanaman yang memiliki umur pendek.
2. Polikerpik, adalah tumbuhan yang setelah berbunga akan memulai fase vegetativ dari awal sampai berbunga lagi. Contohnya pada tanaman tahunan

DAFTAR PUSTAKA
Sembiring Langkah, Sudjino, Pertumbuhan Dan Perkembangan, Bilogi Kelas XII (Jakarta: Sunda Kelapa Pustaka, 2006)
Fahn. A, Meristem, Anatomi Tumbuhan Edisi KeTiga (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995)