Setelah menerima hasil pengumuman kelulusan, tentunya banyak siswa atupun siswi yang berasal dari berbagai sekolah, seperi sekolah Menengah Atas atau Umum (SMA/SMU), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ataupun Madrasah Aliyah (MA) masih penuh dengan kebingungan dan kebimbangan. Baik sekolah negeri ataupun sekolah swasta yang ada di berbagai daerah di Indonesia ini tidak terkecuali di Kepulauan Bangka Belitung, tentunya masih banyak siswa atupunsiswi yang bingung. Bahkan tidak sedikit siswa atupun siswi yang masih belum memiliki gambaran sama sekali harus kemana mereka setelah menerima hasil kelulusan (ijazah). Mau langsung bekerja di perusahaan-perusahaan dalam daerah ataupun perusahaan-perusahaan luar daerah, langsung menikah atau mau melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi (bangku kuliah).
Bagi siswa ataupun siswi yang sudah memiliki pilihan untuk langsung bekerja dari sejak awal dia masuk sekolah Menengah Atas atau Umum (SMA/SMU), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ataupun Madrasah Aliyah (MA), tentunya langsung memasukkan lamaran pekerjaan ke perusahaan-perusahaan yang akan dituju. Bagi siswa ataupun siswi yang sudah memiliki pilihan untuk langsung menikah setelah lulus dan sudah memiliki calonnya, tentunya pilihan ini akan lebih mudah untuk dilaksanakan.
Hal ini tentunya bertolak belakang bagi siswa ataupu siswi yang belum memiliki tujuan dan cita-cita sejak awal. Jika para siswa ataupu siswi ini mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tentunya muncul pertanyaan yang lebih besar lagi dengan beragam pilihan yang muncul dari dalam benak mereka. Mau ke perguruan tinggi yang ada di Kepulauan Bangka Belitung ataukah mau ke perguruan tinggi yang ada di luar Kepulauan Bangka Belitung?
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki lebih dari puluhan perguruan tinggi, mulai dari universitas, sekolah tinggi dan bahkan akademi. Tentunya semakin membuat bingung para siswa ini harus memilih untuk melanjutkan pendidikan mereka kemana. Para siswa ini bingung dan bertanya-tanya, akan kemana saya harus kuliah? Para orang tua mereka pun juga tidak kalah bingungnya, pasti banyak bertanya-tanya dan pilihan-pilihan akan kemana mereka harus melanjutkan anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi?
Guna memahami apa tujuan kita sebenarnya melanjutkan pendidkan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini tentu sama dengan pertanyaan yang sangat mendasar yang pasti muncul dari benak setiap seorang berakal yang sedang bertanya-tanya dalam pencarian jati dirinya. Sebagai contoh, Si Pulan bertanya pada dirinya sendiri, dari mana saya berasal (diciptakan)? Untuk apa saya diciptakan (hidup)? dan akan kemana saya setelah hidup (mati)?
Jawaban dari ketiga pertanyaan ini dapat kita jawabab dengan menggunakan tiga sudut pandang (Idiologi), yaitu idiologi Sosialisme, idiologi Kapitalisme dan idiologi Islam. Pertama, sudut pandang idiologi Sosialism. Karena azas idiologi ini adalah materi. Idiologi Sosialis ini pun menjawabnya, saya ada di dunia ini dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan atau berasal dari sebuah materi yang berevolusi (teori Darwin). Karena saya di dunia ini tanpa ada yang menciptakan saya, sudah pasti saya tidak mengenal yang namanya Sang Pencipta (Allah SWT) dan aturan-aturannya. Sehingga, dalam hidup saya tidak mengenal adanya aturan-aturan Tuhan yang mengatur seluruh aktivitas hidup saya (tidak mengenal adanya hisab). Karena tidak adanya aturan-aturan yang mengatur seluruh hidup saya (tidak mengenal adanya hisap), sudah tentu setelah hidup (setelah mati), saya akan kembali lagi menjadi materi lagi dan perkara saya akan selesai di dunia ini saja.
Kedua, dari sudut pandang idiologi Kapitalism. Azas dari idiologi Kapitalis ini adalah pemisahan agama dari kehidupan (percaya bahwa adanya Sang pencipta), idiologi inipun menjawab. Orang-orang yang mengadopsi idiologi ini menyatakan, saya ada di dunia ini karena ada yang menciptakan saya (Sang Khalik). Karena azas dari idiologi ini adalah pemisahan agama dari kehidupan, sudah tentu dalam seluruh aktivitas hidup mereka tidak menginginkan adanya aturan-aturan yang berasal dari agama untuk berperan dalam mengatur hidup mereka. Mereka beranggapan bahwa, aturan yang bersumber dari agama (aturan Tuhan) cukup mengatur aktivitas pribadi mereka dengan Tuhannya. Ini artinya, untuk mengatur hidup mereka, mereka harus membuat aturan (hukum sendiri). Hukum-hukum ini disebut dengan undang-undang. Karena tidak adanya aturan-aturan agama (Tuhan) dalam hidup mereka. Tentunya setelah hidup (setelah mati), mereka tidak percaya dengan adanya hisab (hari perhitungan). Serta tidak percaya adanya siksaan terhadap seluruh aktivitas dosa yang mereka perbuat dan balasan pahala terhadap aktivitas baik selama hidup mereka perbuat. Artinya, setelah mati maka selesai lah sudah seluruh perkara yang mereka perbuat di dunia.
Ketiga, berdasarkan sudut pandang Idiologi Islam. Azas idiologi ini adalah Islam, Orang-orang yang mengadopsi idiologi Islam ini pun menjawab, di dunia ini saya berasal dari Allah (Sang pencipta). Saya pun meyakini bahwa setelah Allah (Sang pencipta) menciptakan saya, Allah juga menciptakan aturan-aturan atau hukum-hukum (Al – Qur’an) untuk mengatur seluruh aktivitas selama hidup saya. Karena percaya dengan adanya Sang pencipta dan adanya aturan-aturan yang mengatur hidup mereka, orang-orang yang mengadopsi idiologi Islam ini pun sudah tentu meyakini bahwa setelah hidup (setelah mati), mereka sudah tentu percaya dengan adanya hisap (hari perhitungan). Siksaan terhadap aktivitas dosa yang mereka perbuat dan pahala terhadap aktivitas baik yang mereka perbuat.
Nah, dari ketiga penjelasan di atas tentunya para siswa khususnya dan para orang tua pada umumnya sudah mengetahui untuk apa mereka ada di dunia ini dan apa tujuan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga, dalam memilih dan memasukkan perguruan tinggi ini tidak penuh kebimbangan.
Pada dasarnya tujuan dari didirikannya seluruh perguruan tinggi itu sama, baik yang ada di Kepulauan Bangka Belitung ataupun yang berada di luar Kepulauan Bangka Belitung ini dan bahkan yang berada di luar negeri sekalipun. Tujuannya adalah untuk mencetak atau melahirkan generasi muda yang intelektualitas tinggi serta memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan bidang yang mereka pilih. Namun, yang menentukan keberhasilan sebuah perguruan tinggi dalam mencetak atau melahirkan generasi muda yang intelek, bukan hanya ditentukan oleh mutu ataupun peringgkat dari sebuah perguruan tinggi saja. Perguruan tinggi disini berfungsi sebagai mediator dan para dosen hanya berfungsi sebagai fasilitator saja. Akan tetapi yang lebih menentukan adalah bagaimana kemauan dan tekad kuat yang muncul dari dalam diri seorang mahasiswa untuk melakukan sebuah perubahan.
Hal ini dikarenakan hidup adalah sebuah pilihan. Sebagaimana yang dijelaskan Allah dala FirmanNya, yang artinya “Telah kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup (baik dan buruk)” (TQS. Al – Balad (90) : 10).
Tentunya tidak sedikit prestasi gemilang yang dapat mengharumkan nama dirinya sendiri, keluarganya dan bahkan bangsa ini yang diraih oleh mahsiswa ataupun mahasiswi yang hanya kuliah di daerah dan bahkan berasal dari perguruan tinggi yang tidak ternama sekalipun. Sebaliknya, tidak sedikit pula kegagalan yang diperoleh oleh mahsiswa ataupun mahasiswi yang kuliah di kota-kota besar dan berasal dari perguruan tinnggi yang ternama. Baik yang berasal dari perguruan tinggi ternama yang ada di dalam negeri ini atupun yang bersal dari perguruan tinggi ternama yang ada di luar negeri pun.
Senin, 31 Mei 2010
Kamis, 12 November 2009
JANJI ANANDA
Hari ini, hari yang ditunggu-tunggu.
Hari yang telah mencatat sebuah sejarah di Negeri Laskar Pelangi.
Suatu peristiwa yang dinanti-nantikan oleh jutaan mata manusia.
Peristiwa terbentuknya sbuah universitas negri.
Wahai Bapak dan Ibu smua
Hari ini kalian tlah membuktikan itu smua.
Hari ini pula kalian tlah membuktikan kepada jutaan mata manusia.
Kalian tlah mewujudkan impian kami smua.
Wahai Bapak dan Ibu smua
Trima kasih atas jasa-jasa dan pengorbanan kalian.
Meskipun usia Universitas Bangka Belitung masih seumur jagung.
Meskipun keuangan dan pasilitas Universitas Bangka Belitung masih terbatas.
Tapi itu buakan masalah dan penghalang bagi kami.
Dengan smangat dan keyakinan yang kami miliki.
Hari ini kami siap tuk bersaing dengan mahasiswa dunia.
Tuk mewujudkan impian Bapak dan Ibu.
Kami akan membalas jasa-jasa dan pengorbanan Bapak dan Ibu smua mlalui prestasi.
Prestasi yang akan yang mengangkat Negri Laskar Pelangi
Hari yang telah mencatat sebuah sejarah di Negeri Laskar Pelangi.
Suatu peristiwa yang dinanti-nantikan oleh jutaan mata manusia.
Peristiwa terbentuknya sbuah universitas negri.
Wahai Bapak dan Ibu smua
Hari ini kalian tlah membuktikan itu smua.
Hari ini pula kalian tlah membuktikan kepada jutaan mata manusia.
Kalian tlah mewujudkan impian kami smua.
Wahai Bapak dan Ibu smua
Trima kasih atas jasa-jasa dan pengorbanan kalian.
Meskipun usia Universitas Bangka Belitung masih seumur jagung.
Meskipun keuangan dan pasilitas Universitas Bangka Belitung masih terbatas.
Tapi itu buakan masalah dan penghalang bagi kami.
Dengan smangat dan keyakinan yang kami miliki.
Hari ini kami siap tuk bersaing dengan mahasiswa dunia.
Tuk mewujudkan impian Bapak dan Ibu.
Kami akan membalas jasa-jasa dan pengorbanan Bapak dan Ibu smua mlalui prestasi.
Prestasi yang akan yang mengangkat Negri Laskar Pelangi
Jumat, 06 November 2009
SAHABAT
Hai sahabat
Ingatkah engkau pada alam akhirat
Alam tempat berkumpulnya semua umat
Untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuat
Sahabat, saat itu tidak ada lagi penyesalan
Kata taubat tak lagi didengarkan
Tidak ada yang bisa kita lakukan
Untuk menjawab smua pertanyaan.
Kehidupan tlah kita abaikan
Hukum Allah tlah kita kesampingkan
Akhirat pun tlah kita lupakan
Dmi mewujudkan berjuta harapan
Ingatkah engkau pada alam akhirat
Alam tempat berkumpulnya semua umat
Untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuat
Sahabat, saat itu tidak ada lagi penyesalan
Kata taubat tak lagi didengarkan
Tidak ada yang bisa kita lakukan
Untuk menjawab smua pertanyaan.
Kehidupan tlah kita abaikan
Hukum Allah tlah kita kesampingkan
Akhirat pun tlah kita lupakan
Dmi mewujudkan berjuta harapan
Selasa, 03 November 2009
NEGERI LASKAR PELANGI
Dbur ombak di tepi pantai
Memecahkan suasana heningnya pantai
Hembusan angin melambai-lambai
Membuat hati kita terasa damai
Indahnya alam wisata pulau Bangka
Sebagai warisan nenek moyang kita
Selaku anak cucu mereka
Untuk berlibur bersama keluarga
Kini keindahan itu telah sirna
Sebagai akibat ulah tangan manusia
Yang kini semakin meraja lela
Tanpa memperhatikan dampak nantinya
Perkebunan dan hutan menjadi sasaran mereka
Lubang-lubang mnganga dimana-mana
Bak mulut buaya yang menanti mangsanya
Yang siap menelan anak manusia
Jeritan pepohonan kini terdengar dimana-mana
Birunya laut tidak lagi dipandang mata
Lambaian angin dan dburan ombak menjauhi kita
Seakan-akan mreka berkata “aku benci anak manusia”
Ya Allah ya tuhan kami
Ampunilah kesahan dan khilaf atas kerakusan kami
Yang telah merusak keindahan negri laskar pelangi
Sebagai anugrah dan nikmat mu kepada kami.
Memecahkan suasana heningnya pantai
Hembusan angin melambai-lambai
Membuat hati kita terasa damai
Indahnya alam wisata pulau Bangka
Sebagai warisan nenek moyang kita
Selaku anak cucu mereka
Untuk berlibur bersama keluarga
Kini keindahan itu telah sirna
Sebagai akibat ulah tangan manusia
Yang kini semakin meraja lela
Tanpa memperhatikan dampak nantinya
Perkebunan dan hutan menjadi sasaran mereka
Lubang-lubang mnganga dimana-mana
Bak mulut buaya yang menanti mangsanya
Yang siap menelan anak manusia
Jeritan pepohonan kini terdengar dimana-mana
Birunya laut tidak lagi dipandang mata
Lambaian angin dan dburan ombak menjauhi kita
Seakan-akan mreka berkata “aku benci anak manusia”
Ya Allah ya tuhan kami
Ampunilah kesahan dan khilaf atas kerakusan kami
Yang telah merusak keindahan negri laskar pelangi
Sebagai anugrah dan nikmat mu kepada kami.
Kamis, 22 Oktober 2009
PEMAHAMAN DAN AKAL
Kicauan burung-burung menggelitik telinga.
Pertanda pagi telah tiba.
Hembusan angin terasa menusuk sanubari.
Panasnya sinar mentari meraba pori-pori.
Peperangan pun akan segera dimulai.
Dengan mengenakan pakaian perang, mari kita menuju medan.
Polpen merupakan senjata andalan.
Buku sebagai perisai untuk menangkis serangan lawan.
Tipe X senjata kimia yang mematikan.
Kalkulator merupakan control dalam peperangan.
Ditangan kita perubahan bangsa.
Dengan ilmu kita taklukkan dunia.
Pemahan dan akal kunci tegaknya syari’at Islam.
Dmi diterapkannya aturan TUHAN.
Pertanda pagi telah tiba.
Hembusan angin terasa menusuk sanubari.
Panasnya sinar mentari meraba pori-pori.
Peperangan pun akan segera dimulai.
Dengan mengenakan pakaian perang, mari kita menuju medan.
Polpen merupakan senjata andalan.
Buku sebagai perisai untuk menangkis serangan lawan.
Tipe X senjata kimia yang mematikan.
Kalkulator merupakan control dalam peperangan.
Ditangan kita perubahan bangsa.
Dengan ilmu kita taklukkan dunia.
Pemahan dan akal kunci tegaknya syari’at Islam.
Dmi diterapkannya aturan TUHAN.
Selasa, 25 Agustus 2009
RINDU SEORANG KEKASIH
Dikala aku terjaga dari tidur panjang ku
Tidur yang selama ini mengandung sribu makna perubahan
Prubahan yang membisikan arti cinta suci dalam hidup ku
Cinta yang memberikan kedamaian dan ketentraman dalam hati
Kasih, stiap hembusan nafas dan denyut nadi ku
Stiap dtik dan mnit waktu, ku slalu menyebut nama mu
Untuk menghadirkan diri mu dalam hidup ku
Kasih, setiap ucapan dan langkah kaki ku ke jalan mu
Jadikanlah diri ku salah satu dari golongan mu
Shingga hidupku di dunia ini tidak sia-sia
Kasih, ku merindukan bertemu dengan mu
Meskipun hanya sdetik saja dalam seumur hidup ku
Safa'at mu slalu ku nantikan di hari nanti
Allahu Akbar 3 x...............
Tidur yang selama ini mengandung sribu makna perubahan
Prubahan yang membisikan arti cinta suci dalam hidup ku
Cinta yang memberikan kedamaian dan ketentraman dalam hati
Kasih, stiap hembusan nafas dan denyut nadi ku
Stiap dtik dan mnit waktu, ku slalu menyebut nama mu
Untuk menghadirkan diri mu dalam hidup ku
Kasih, setiap ucapan dan langkah kaki ku ke jalan mu
Jadikanlah diri ku salah satu dari golongan mu
Shingga hidupku di dunia ini tidak sia-sia
Kasih, ku merindukan bertemu dengan mu
Meskipun hanya sdetik saja dalam seumur hidup ku
Safa'at mu slalu ku nantikan di hari nanti
Allahu Akbar 3 x...............
Selasa, 28 April 2009
??????????????????????
Tak tik suara jam dinding, yang menghibur hningnya malam
Saat aku duduk termenung
Dengan posisi aku dalam keadaan bingung
Memikirkan nasib akan bangsa ku ini
Kenapa bencana datang silih berganti?
Ketika aku terjaga dari lamunan ku
Lalu aku berdiri di dekat pepohonan dan aku pn bertanya kepada mereka
Pohon, kenapa banjir dan tanah longsor slalu menutupi bumi pertiwi ini?
Sipohon pun menangis dan belum menjawab
Kemudian aku berlari mendekati gunung dan aku pun bertanya kepadanya
Oh gunung, kenapa engkau dengan sringnya meletus dan memuntahkan larva mu?
Si gunung pun terdiam dan belum menjawab.
Aku pun berfiki dan berdiam diri sejenak
Kemudian aku mengadukan kegundahan hati ini kepada Sang Maha Pencipta
Tuhan, mengapa berbagai bencana datang silih berganti di Bumi Pertiwi?
Apakah ini sumua dikarenakan kelalaian kami?
Mungkinkah ini teguran atau pringatan MU akan kedurhakaan kami kepada Mu?
Yang tlah brani mengganti hukum-hukum MU yang ada di Bumi
Dengan sombongnya kami menciptakan hukum sendiri
Dan hukum-hukum MU kami kesampingkan
Saat aku duduk termenung
Dengan posisi aku dalam keadaan bingung
Memikirkan nasib akan bangsa ku ini
Kenapa bencana datang silih berganti?
Ketika aku terjaga dari lamunan ku
Lalu aku berdiri di dekat pepohonan dan aku pn bertanya kepada mereka
Pohon, kenapa banjir dan tanah longsor slalu menutupi bumi pertiwi ini?
Sipohon pun menangis dan belum menjawab
Kemudian aku berlari mendekati gunung dan aku pun bertanya kepadanya
Oh gunung, kenapa engkau dengan sringnya meletus dan memuntahkan larva mu?
Si gunung pun terdiam dan belum menjawab.
Aku pun berfiki dan berdiam diri sejenak
Kemudian aku mengadukan kegundahan hati ini kepada Sang Maha Pencipta
Tuhan, mengapa berbagai bencana datang silih berganti di Bumi Pertiwi?
Apakah ini sumua dikarenakan kelalaian kami?
Mungkinkah ini teguran atau pringatan MU akan kedurhakaan kami kepada Mu?
Yang tlah brani mengganti hukum-hukum MU yang ada di Bumi
Dengan sombongnya kami menciptakan hukum sendiri
Dan hukum-hukum MU kami kesampingkan
Langganan:
Postingan (Atom)
